<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3485">
<titleInfo>
<title>analisa sifat mekanik baja ST 40 sebagai bahan poros baling-baling kapal yang mengalami proses quenching tempering</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Tri Agung Kristiyono, S.T., M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Prayoga Hindhardika</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah</publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xii, 72 p. : ill. ; 29 cm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Pada saat ini dunia memasuki era baru yang dinamakan revolusi industri 4.0. Oleh sebab itu, baja merupakan bahan baku yang sering dipakai dalam konstruksi bangunan, terutama pada konstruksi bangunan kapal. Pada proses bekerjanya poros baling-baling kapal (shaft propeller), poros tersebut menanggung banyak beban akibat kombinasi berbagai macam gaya. Beban yang diterima oleh poros tersebut beban lentur putar, beban puntir, beban tarik dan beban tekan, beban tersebut terjadi berulang-ulang sehingga akan mengakibatkan terjadinya kegagalan lelah (fatigue failure) pada poros yang bekerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sifat mekanik dari baja ST 40 yang mengalami proses quenching tempering. Penelitian ini merupakan penelitian dengan melakukan eksperimen dan menggunakan metode analysis of variance (ANOVA) pada teknik untuk menganalisis data yang dihasilkan. Dari hasil data ultimate tensile strength, nilai tertinggi ultimate tensile strength terdapat pada variasi tempering 550°C dengan nilai rata-rata sebesar 361,96 Mpa. Sedangkan jika dilihat pada uji One-Way Analysis of Variance, data yang didapatkan pada ultimate tensile strength menunjukkan F tabel &#62; F hitung (5,14 &#62; 4,878) maka dapat disimpulkan bahwa keputusan yang diambil yaitu H0 diterima yang menandakan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada sample yang di analisa. Dari hasil data hardness test, nilai tertinggi hardness test terdapat pada variasi tempering 400°C yang mempunyai nilai rata-rata sebesar 248,53 VHN. Sedangkan jika dilihat pada uji One-Way Analysis of Variance, data yang didapatkan pada hardness test menunjukkan F tabel &#62; F hitung (5,14 &#62; 0,952) maka dapat disimpulkan bahwa keputusan yang diambil yaitu H0 diterima yang menandakan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada sample yang di analisa.</note>
<subject authority=""><topic>Baja ST 40</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Shaft propeller</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Sifat mekanik</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Quenching Tempering</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Lantai 2 - Gedung Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Jalan Arief Rachman Hakim No. 150, Sukolilo, Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>621.23.18 Pra a</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S0200172023</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan-UHT</sublocation>
<shelfLocator>621.23.18 Pra a</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>3485</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-04-12 12:28:48</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-04-12 12:31:34</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>